Organisasi ini bernama Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia, disingkat HISKI.

 

HISKI didirikan pada 17 November 1984 di Tugu, Puncak, Jawa Barat .
HISKI berasaskan Pancasila dan UUD 1945.
HISKI adalah organisasi profesi yang terbuka dan mandiri.

Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) didirikan pada 17 November 1984 di Tugu, Puncak, Jawa Barat untuk waktu yang tidak ditentukan. Salah seorang pendiri sekaligus penggagas organisasi ini adalah Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono.

Pengurus Pusat Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) berkedudukan di ibu kota negara, Jakarta, dengan alamat:
Pusat Bahasa, Kementerian Pendidikan Nasional
Jalan Daksinapati Barat IV
Rawamangun, Jakarta Timur

HISKI bertujuan:

1. membina dan mengembangkan gagasan dan kreativitas anggotanya
di bidang kesusastraan;
2. menyebarluaskan hasil-hasil kegiatannya demi kemajuan
pengetahuan, pendidikan, dan kebudayaan, serta
3. meningkatkan apresiasi kesusastraan di kalangan masyarakat.
Untuk mencapai tujuan tersebut, HISKI
1. menyelenggarakan pertemuan ilmiah;
2. menyelenggarakan pelatihan dan lokakarya;
3. mempublikaskan hasil-hasil kegiatan;
4. menyumbangkan keahlian kepada lembaga-lembaga pendidikan di
bidang pembinaan, pengajaran, dan penelitian sastra;
5. ikut aktif dalam kegiatan nasional dan internasional yang bertujuan
untuk meningkatkan profesi dan keilmuan;
6. mengadakan kegiatan lain yang sesuai dengan asas dan tujuan
organisasi.

Keanggotaan HISKI terdiri atas (1) anggota biasa (sarjana bidang ilmu budaya, bahasa, dan sastra, serta sarjana pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, daerah, dan asing) dan (2) anggota kehormatan (perorangan, baik warga negara Indonesia maupun asing, yang memiliki minat dan sumbangan dalam pengembangan kesusastraan).
Kepengurusan HISKI terdiri atas Pengurus Pusat, Pengurus Komisariat (yang berada di daerah, lembaga/instansi, atau di perguruan tinggi), dan Dewan Penyantun.