Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) Aceh terpilih sebagai tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) XI tahun 2019. Munas empat tahunan tersebut beragenda memilih Ketua Umum HISKI Pusat dan menyusun kepengurusan periode 2019-2023. Selain munas, juga diadakan Konferensi Internasional Kesusatraan (KIK) XXVIII untuk memaparkan dan mendiskusikan hasil penelitian para pakar sastra dari berbagai perguruan tinggi dan balai bahasa seindonesia.

Terpilihnya Aceh sebagai tuan rumah melalui proses diskusi panjang di antara pengurus HISKI dari berbagai daerah. HISKI merupakan organisasi profesi para sarjana kesusastraan di Indonesia. Mereka menggelar Musyawarah Nasional Dua Tahunan tahun 2017 dengan agenda memilih tuan rumah KIK XXVII 2018 dan Munas XI tahun 2019 serta KIK XXVIII.

Sebelumnya, Munas rencana digelar di Jember sekaligus menapaktilasi salah satu warisan sastra asal nusantara yakni sastra Osing. “Jember mengembalikan mandat sebagai tuan rumah Munas disebabkan persoalan kesiapan. Sehingga kita membahas ulang pemilihan tuan rumah munas XI tahun 2019. Akhirnya terpilih Aceh melalui musyawarah mufakat,” terang Prof. Dr. Suwardi Endraswara, Ketua Umum HISKI Pusat 2015-2019.
Selain Aceh, terdapat beberapa opsi calon tuan rumah yakni Kalimantan Timur, Universitas Sanata Darma Yogyakarta dan Aceh.

“Kalimantan Timur belum dapat mengambil keputusan terkait pencalonan ini sebab kami belum merapatkan secara khusus dan butuh konsultasi pimpinan,” ujar Dr. Yudit, Sekretaris HISKI Kalimantan Timur. Sebelumnya, utusan Kalimantan Timur juga meyakinkan peserta Munas bahwa secara sarana prasana mereka cukup potensial menjadi tuan rumah. Termasuk potensi wisata Kalimantan Timur yang dikenal sangat menarik sekaligus pertimbangan bahwa Kalimantan Timur merupakan salah satu pusat pertumbuhan kebudayaan nasional yakni dayak.

Sementara itu, Dr. Yapi Taum menyatakan optimis dan kesanggupan HISKI USD Yogyakarta sebagai tuan rumah. Apalagi berbarengan dengan lustrum kampus kami. Kami menyambut baik apabila ditunjuk sebagai panitia. Namun kami berpikir bahwa perhatian kebudayaan termasuk sastra sudah saatnya diarahkan gerakannya di luar Jawa.

Apalagi Yogyakarta juga sering menjadi acara kesusastraan. Untuk itu, kami mendukung apabila kota lain termasuk Aceh atau Kalimantan Timur menjadi tuan rumah. Harapannya sastra semakin merakyat. Sesuai dengan semangat memasyarakatkan sastra dan menyastrakan masyarakat,” ujar Dr. Yapi Taum Ketua HISKI USD Yogyakarta yang juga dikenal sebagai Penulis Buku tentang kritik dan ilmu Sastra.

Sementara itu, HISKI Aceh menyatakan sanggup dan siap menjadi tuan rumah. “Kami berterima kasih bila ditunjuk tahun 2019 sebab kami dapat menyiapkan acara sejak sekarang. Kami akan segera menindaklanjuti keputusan ini dan mengemas acara dengan menarik sehingga menjadi kenangan indah para pakar sastra yang akan datang ke Aceh dua tahun lagi, ” sambut Dr. Harun, utusan HISKI Aceh. (ambau. I’d)

Sumber

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *